Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

 

ASFIKSIA

 

Pengertian

Menurut pendapat para Ahli, asfiksia artiya :

  1. Asfiksia neonatorum didefinisikan sebagai keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan dan teratur setelah lahir. Asfiksia Neonatus adalah suatu keadaan dimana saat bayi lahir mengalami gangguan pertukaran gas dan transport O2 dan kesulitan mengeluarkan CO2 (A.H Markum, 2002).
  2. Kata asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian. Asfiksia juga dapat mempengaruhi fungsi organ vital lainnya (Saifuddin, 2009).
  3. Asfiksia adalah kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan teratur sehingga menimbulkan gangguan metabolisme tubuhnya dan dapat mengakibatkan kematian (Hassan, 2007; Muslihatun, 2010).

Asfiksia neonatorum menurut Hassan (2007) dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a. Asfiksia ringan (“virgorous baby”).

Skor APGAR 7-10. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istimewa

b.Asfiksia sedang (“mild-moderate asphyxia”).

Skor APGAR 4-6. Pada pemeriksaan fisik terlihat frekuensi jantung >100x permenit, tonus otot kurang baik atau baik, refleks iritabilitas tidak ada.

c.Asfiksia berat

APGAR 0-3. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari 100x/menit, tonus otot buruk, sianosis berat dan kadang-kadang pucat, refleks iritabilitas tidak ada

Gejala bayi asfiksia

  1. Nafas tidak teratur (sulit bernafas)
  2. Warna kulit kebiruan
  3. Kejang
  4. Penurunan kesadaran

 

Penanganan bayi asfiksia

Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi, yaitu :

  1. Memastikan saluran terbuka

– Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu diganjal 2-3 cm.
– Menghisap mulut, hidung dan kadang trachea.
– Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan terbuka.

  1. Memulai pernafasan

– Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan
– Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi).

  1. Mempertahankan sirkulasi

– Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara
– Kompresi dada.
– Pengobatan

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *