Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Agar tidak terlalu sering bolak-balik ke kamar mandi, banyak ibu hamil yang memilih menahan buang air kecil. Padahal, menahan kencing bisa menimbulkan gangguan kesehatan, terlebih bagi ibu hamil.

Pada masa kehamilan, seorang ibu mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil. Ini karena adanya perubahan hormonal yang membuat aliran darah ke ginjal lebih cepat dan volume darah meningkat sekitar 50% dibandingkan sebelum hamil.

Kondisi ini membuat pengisian kandung kemih meningkat, frekuensi berkemih, serta volume urine. Selain itu, perkembangan ukuran rahim yang semakin besar akan memberikan penekanan pada kandung kemih.

Kebiasaan menahan membuang air kecil membuat risiko Infeksi Saluran Kemih atau ISK semakin tinggi. ISK pada bumil umumnya disebabkan oleh rahim yang makin membesar dan menekan kandung kemih.

Karenanya, ketika bumil buang air kecil, seringkali sebagian urine masih tersisa dalam kandung kemih. Urine yang tersisa pada kandung kemih merupakan tempat perkembangan bakteri.

Ketika bumil menahan kencing dan tidak mengosongkan kandung kemih dengan sempurna, akan membuat bakteri berada di sana lebih lama, dan semakin meningkatkan risiko terjadinya ISK.

Gejala ISK yang biasa terlihat meliputi dari rasa nyeri atau perih saat kencing, air kencing yang dikeluarkan berwarna keruh, berdarah, atau berbau menyengat.

Kemudian ada gejala semakin sering merasa ingin kencing, demam, rasa sakit dan tidak nyaman pada panggul, perut bagian bawah, dan punggung bagian bawah serta sakit saat berhubungan seksual.

Kurangi kebiasaan menahan kencing serta terus pantau pertumbuhan janin, agar senantiasa sehat. Konsultasikan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan ke dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga.

Hubungi segera Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan layanan kesehatan keluarga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *