Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Program Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menyarankan ibu hanya memberikan ASI hingga bayi berusia 6 bulan. Lalu, apakah kebiasaan memberi bayi minum air putih merupakan hal yang diperolehkan?

Pada dasarnya, ASI sendiri merupakan asupan terbaik untuk bayi. Makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak serta mikronutrisi seperti vitamin dan mineral terdapat pada ASI.

Selain mengandung antibodi, ASI juga berguna untuk melawan infeksi. Enzim dan hormon yang terdapat pada ASI tidak dapat digantikan oleh susu formula apalagi air putih.

Selain itu, protein pada ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula atau susu sapi. Kalsium dan zat besi pada ASI juga lebih mudah diserap oleh tubuh bayi.

Sehingga, ASI eksklusif dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi dan menurunkan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas dan asma di kemudian hari untuk bayi.

Pada umumnya, bayi tidak membutuhkan dan tidak perlu diberikan air putih sampai berusia 6 bulan. Si Kecil mendapatkan cukup cairan hanya dari ASI walaupun di cuaca panas sekalipun dan saat bayi berkeringat.

Ketika bayi sudah berusia 6 bulan, Anda boleh memberikan sedikit air putih ketika haus. Namun, jangan memberikan terlalu banyak, karena dapat mengakibatkan bayi menjadi kembung atau bahkan sakit perut. Selain itu, terlalu banyak air putih juga dapat menggangu proses penyerapan nutrisi dari ASI.

Bahkan, pada beberapa kasus tertentu, dapat terjadi intoksikasi air dimana air putih akan mengencerkan kadar garam pada tubuh, sehingga cairan tubuh menjadi tidak seimbang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bayi mengalami kejang bahkan penurunan kesadaran atau koma.

Setelah bayi Anda berusia satu tahun dan sudah makan makanan padat, Anda boleh memberikan minum air putih sebanyak yang mereka inginkan.

Ketika bayi Anda kekurangan cairan sekalipun, contohnya pada saat diare, sebaiknya jangan berikan air putih. Bayi Anda membutuhkan cairan yang mengandung elektrolit.

Cairan elektrolit tersebut sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu ke dokter. Karena pemberian cairan elektrolit membutuhkan pengawasan dari dokter.

Untuk mendapatkan informasi lebih detail dan lengkap tentang kesehatan bayi Anda, konsultasikan kesehatan keluarga Anda ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga.

Hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan informasi jadwal dokter serta layanan kesehatan lainnya di RSIA Ummu Hani Purbalingga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *