Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Bayi memiliki kondisi yang rentan terhadap serangan penyakit. Salah satunya karena dipicu oleh sistem daya tahan tubuh yang belum sempurna. Pilek menjadi salah satu penyakit yang rawan menyerang bayi Anda.

Serangan pilek ditandai dengan keluarnya cairan berwarna jernih dari hidung yang dapat berubah kekuningan atau kehijauan setelah satu minggu. Bisa disertai dengan batuk atau sedikit demam. Saat pilek, umumnya bayi masih mau makan atau bermain.

Hidung beringus yang dialami bayi jika cairan di hidung terlalu banyak, dapat mengganggu pernapasan. Berikut ini beberapa cara untuk menangani pilek pada bayi yang dapat dilakukan di rumah.

Gunakan air garam

Jika pilek sudah sangat mengganggu aktifitas bayi, maka encerkan lendirnya dengan air garam yang diteteskan ke ujung lubang hidung bagi bayi dengan usia di atas 6 bulan. Kemudian, gunakan alat penyedot ingus bayi untuk membersihkan hidung.

Tepuk punggung bayi

Tepuk perlahan punggung bayi untuk meringankan penapasannya yang tersumbat. Tengkurapkan bayi pada lutut atau biarkan bayi duduk di pangkuan dengan condong ke arah depan, kemudian tepuk punggung secara perlahan.

Bersihkan cairan lendir

Bersihkan lendir yang mengeras pada hidung bayi dengan menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat. Lalu, untuk menghindari iritasi, oleskan petroleum jelly di bagian luar lubang hidung.

Jangan sembarangan memberi obat

Hindari penggunaan obat-obat bebas pada anak di bawah usia 6 tahun karena bisa menimbulkan efek sampingnya yang berbahaya. Sebaiknya obat-obatan ataupun obat herba yang diberikan selalu melalui pengawasan dokter.

Jika pilek disertai demam, maka konsultasikan dengan dokter anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga mengenai penggunaan obat terbaik. Hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan informasi layanan kesehatan anak di RSIA Ummu Hani.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *