Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Merokok tidak saja berdampak bagi kesehatan orang dewasa, namun juga anak-anak. Berbagai laporan menyebutkan anak-anak pada usia dini sudah terpapar dengan asap rokok baik aktif maupun pasif.

Data WHO pada tahun 2003 menyebutkan bahwa anak-anak terpapar asap rokok di lingkungan bermain dan juga di rumah. Lingkungan ini kemudian mendorong anak-anak menjadi perokok saat mereka remaja.

Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat merokok bisa memberi dampak secara langsung terhadap kesehatan jantung dan paru-paru anak. Hal ini karena pada masa pertumbuhan organ vital Si Buah Hati juga masih muda dan belum sempurna.

Karena itulah semakin seringnya anak-anak dan balita terpapar dengan asap rokok, semua penyakit yang beresiko tinggi timbul akibat paparan terhadap asap rokok akan meningkat.

Asap rokok baik aktif maupun pasif akan menghambat sintesis DNA sel jantung yang sedang berkembang dan mencederai fungsi vaskularisasi otot polos pembuluh darah jantung.

Hal ini menjadi faktor resiko serius dalam inisiasi dan perkembangan penyakit jantung seperti pembesaran ventrikel kiri, apalagi jika sering terpapar semakin berat penyakit.

Studi terkini melaporkan, bayi berusia 1-28 hari sangat rentan dengan tingginya tingkat kerusakan sel otot jantung. Kerusakan Ini dapat diukur dengan peningkatan kadar darah dalam serum jantung troponin-T, dari setiap anak.

Penyakit dan kelainan jantung pada anak, tidak hanya mengancam anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Sebuah studi di California menyatakan anak-anak yang baru lahir dari orang tua yang merokok memiliki resiko tinggi melahirkan anak dengan kelainan jantung bawaan dibanding dengan yang tidak merokok.

Hal ini dikarenakan pada bayi yang baru dilahirkan terjadi kerusakan sel jantung sebagai konsekuensi dari seringnya terpaparnya nikotin dan hypoxia janin di dalam kandungan.

Rokok juga bisa menyebabkan perlukaan yang cukup berat pada dinding plasenta pada ibu yang merokok. Kondisi ini akan menganggu aliran darah dan nutrisi terhadap perkembangan janin diantaranya berpotensi menyebabkan kelainan jantung bawaan.

Efek buruk dari merokok pada jantung termasuk mengurangi aktivasi platelet dalam proses pembekuan darah, peningkatan aktivitas saraf simpatis saat istirahat, dan meningkatnya tekanan darah.

Mengurangi jumlah perokok memerlukan usaha yang keras dan tidak mudah. Beberapa langkah jangka pendek untuk mencegah dampak rokok merupakan hal yang paling realistis bisa dilakukan.

Selalu jaga kesehatan keluarga, khususnya anak-anak Anda. Konsultasikan kesehatan keluarga ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga.

Hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan informasi layanan kesehatan di RSIA Ummu Hani Purbalingga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *