Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

MENGENALI GEJALA SERANGAN JANTUNG DAN STROKE

Serangan jantung dan stroke sering terjadi secara mendadak, namun ternyata ada tanda peringatan sebelum serangan terjadi


Serangan jantung dan stroke sering terjadi secara mendadak, namun ternyata ada tanda peringatan sebelum serangan terjadi. Mengenali tanda dan gejala serangan stroke dan jantung dapat mempercepat penanganan dan pertolongan medis. Selain itu, mengetahui upaya pertolongan pertama juga dapat membantu mengurangi kerusakan atau tingkat keparahan yang terjadi dan dapat menyelamatkan jiwa seseorang.

Bagaimana mengenali tanda peringatan sebelum terjadi serangan jantung?

  • Rasa tidak nyaman pada dada
    Umumnya serangan jantung menunjukkan tanda seperti rasa tidak nyaman pada bagian tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit lalu hilang dan maju kembali. Rasa tidak nyaman muncul seperti tertekan benda berat, dada terasa penuh, atau rasa sakit.
  • Rasa tidak nyaman pada bagian tubuh yang lain
    Gejala yang dirasakan seperti rasa nyeri atau tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
  • Sesak nafas
  • Tanda dan gejala yang terkadang juga timbul adalah keringat dingin, mual, dan kepala terasa pusing atau ringan.

Bagaimana mengenali tanda peringatan sebelum terjadi serangan stroke?

  • Salah satu wajah seperti menurun di salah satu sisinya
    Cara mengetahui tanda ini adalah dengan melihat dicermin ketika tersenyum. Pada orang yang mengalami serangan stroke akan terlihat salah satu sisi wajahnya lebih turun dari yang lain.
  • Lengan menjadi lemah
    Caranya dengan mengangkat kedua tangan hingga setinggi dada. Salah satu tangan akan jatuh kebawah yang menandakan bahwa terjadi serangan stroke.
  • Kesulitan berbicara
    Pada orang yang mengalami serangan stroke, ucapannya menjadi tidak jelas.
  • Jika semua gejala diatas sudah dirasakan maka perlu segera dibawa ke UGD.

Beberapa gejala penyerta yang kemungkinan juga timbul saat serangan stroke adalah:

  • Nyeri kepala parah tanpa penyebab yang jelas
  • Mengalami kesulitan berbicara atau susah memahami pembicaraan orang lain
  • Mengalami kelemahan pada salah satu sisi badan
  • Kesulitan melihat pada satu atau kedua mata
  • Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi

Bagaimana pertolongan pertama yang dapat diberikan pada serangan jantung?
Pertolongan pertama dan pengobatan medis yang segera dilakukan dapat mengurangi tingkat keparahan kerusakan jantung. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat terjadi serangan jantung adalah:

  • Menghubungi rumah sakit atau nomor telepon bantuan darurat
    Jangan pernah mengabaikan gejala serangan jantung lebih dari lima menit. Segeralah untuk ke unit gawat darurat (UGD) bersama keluarga atau teman.
  • Kunyah atau menelan aspirin, namun jika memiliki alergi pada aspirin maka tidak perlu mengkonsumsi aspirin.
  • Jika dokter meresepkan nitrogliserin atau isosorbide dinitrate (ISDN), maka ketika merasakan gejala serangan jantung dapat segera dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Jika belum pernah mendapatkan resep ISDN jangan pernah dikonsumsi karena dapat menyebabkan bahaya yang lebih parah.
  • Jika sedang bersama orang yang terkena serangan jantung dan tidak sadarkan diri bisa mulai dilakukan CPR (Cardio Pulmonary Resusitation). Jika belum menerima pelatihan CPR, sebaiknya hanya melakukan penekanan dada.
  • Jika terdapat Defibrilator Eksternal Otomatis (AED) dan orang yang mengalami serangan jantung tidak sadarkan diri. Lakukan CPR selama alat masih dipersiapkan. Ikuti instruksi AED.

Bagaimana pertolongan pertama yang dapat diberikan pada serangan stroke?
Pada orang yang mengalami serangan stroke, semakin cepat dilakukan pertolongan maka semakin mengurangi tingkat kerusakan otak. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya pertolongan pertama:

  • Menghubungi rumah sakit atau nomor telepon bantuan darurat. Tetaplah tenang selama menunggu bantuan darurat.
  • Jika sedang merawat orang lain yang mengalami serangan stroke, pastikan berada dalam posisi yang aman dan nyaman. Sebaiknya, posisikan berbaring miring dengan kepala sedikit lebih tinggi. Posisi tersebut dapat mencegah tersedak ketika muntah.
  • Melihat kondisi apakah bernafas. Jika tidak tidak bernafas sama sekali maka dapat dilakukan CPR. Jika mengalami kesulitan bernafas, maka kendurkan pakaian.
  • Jangan memberi makanan atau minuman apapun.
  • Hindari menggerakan tubuh orang yang sedang mendapatkan serangan stroke jika mengalami kelemahan pada anggota tubuhnya.
  • amati setiap perubahan kondisi dan sampaikan kepada dokter

Bagaimana cara mencegah serangan jantung dan stroke?
Melakukan pola hidup yang sehat akan memberikan keuntungan pada usia berapa pun. Berikut terdapat dua cara pola hidup sehat yang dapat membantu mencegah serangan jantung dan stroke:

  • Memiliki pola makan yang sehat
    Makanan yang dikonsumsi setiap hari dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pilihlah makanan yang memiliki kandungan rendah lemak dan garam. Perbanyaklah mengkonsumsi buah, sayuran, biji-bijian kaya serat, ikan, dan kacang-kacangan. Pilihlah produk susu yang rendah lemak dan konsumsi daging unggas tanpa kulit. Jika akan konsumsi daging, maka pilihlah yang tanpa lemak.
  • Melakukan aktifitas fisik secara rutin
    Lakukan aktifitas fisik secara rutin seperti jogging atau berlari selama minimal 30 menit setiap hari.

Secepat mungkin melakukan pertolongan medis pada orang yang mengalami serangan jantung dan stroke dapat mengurangi tingkat kerusakan yang terjadi

Jika anda ingin berkonsultasi bersama kami silahkan hubungi  Salam Ummu Hani Call  (0281) 891373 

RSIA UmmuHani Purbalingga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *