Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Masalah kesehatan yang harus diwaspadai calon ibu pada masa kehamilan ialah preeklamsia. Sekitar 5–8% ibu hamil setidaknya mengalami preeklamsia ini.

Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kandungan protein yang tinggi dalam urine. Kondisi ini dapat membahayakan organ-organ lainnya, seperti ginjal, hati, dan mata.

Untuk lebih mengenal preeklampsia, berikut tanda-tanda yang harus diwaspadai oleh calon ibu.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi saat hamil merupakan salah satu tanda bahaya. Meski demikian, hipertensi saat hamil tidak selalu berarti Anda mengalami preeklamsia.

Hipertensi dapat didefinisikan tekanan darah lebih dari 140/90 yang diukur pada dua momen yang berbeda, paling tidak berjeda 6 jam. Pastikan ibu hamil mengontrol secara rutin tekanan darah sebelum hamil dan selama hamil.

Proteinuria

Proteinuria atau adanya protein di urine disebabkan karena protein yang seharusnya disaring oleh ginjal, “lolos” dan keluar bersama urine.

Pada kondisi preeklamsia, proses filtrasi pada ginjal mengalami kerusakan sementara. Jika protein dengan pengukuran adalah +1 atau lebih, maka dapat mengindikasikan adanya preeklamsia.

Pembengkakan di area tubuh tertentu

Bengkak pada area tubuh tertentu wajar dialami oleh ibu hamil, terutama di area kaki. Namun jika bengkak juga terjadi di area tubuh lain seperti wajah, mata, atau tangan, bisa jadi itu merupakan pertanda preeklamsia.

Jenis bengkak yang biasanya terjadi adalah pitting edema. Artinya, bila jempol ditekankan pada area kulit yang bengkak, maka membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali seperti semula.

Nyeri pada area perut

Nyeri pada area perut, biasanya di perut kanan atas dan bahu memang bisa menandakan adanya gangguan di saluran cerna atau penendangan oleh bayi. Akan tetapi, nyeri ini juga dapat menjadi gejala preeklamsia atau sindrom HELLP.

Pandangan kabur

Gangguan penglihatan dapat menjadi salah satu gejala serius pada preeklamsia. Kondisi ini dapat berkaitan dengan iritasi di sistem saraf pusat atau adanya pembengkakan di otak.

Gangguan penglihatan dapat berupa mata buram, melihat kilauan cahaya, adanya bintik-bintik di mata, atau lebih sensitif terhadap cahaya.

Sesak napas

Sesak napas yang ditandai dengan denyut nadi cepat dan penurunan kesadaran dapat menjadi gejala dari preeklamsia. Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh peningkatan tekanan darah di tubuh.

Selama hamil, penting bagi calon ibu untuk lebih waspada dan perhatian terhadap kondisi badanya, terutama jika merasa ada sesuatu yang “tidak normal” atau tidak seperti biasanya.

Apalagi jika sudah mengalami tanda-tanda preeklamsia tersebut, segeralah menemui dokter di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga supaya komplikasi dari preeklamsia dapat dicegah.

Hubungi segera Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan informasi jadwal dokter serta layanan kesehatan lainnya di RSIA Ummu Hani Purbalingga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *