Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Ketika sedang hamil, banyak ibu hamil yang memiliki keinginan untuk makan makanan manis. Makanan manis sering dijadikan senjata untuk melawan rasa mual di awal kehamilan.

Pada dasarnya, mengonsumsi makanan manis secara berlebihan itu berbahaya bagi semua orang. Kondisi ini akan semakin riskan, bika konsumsi makanan manis secara berlebihan ini dilakukan oleh ibu hamil.

Sebagai informasi, kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil pada kehamilan trimester pertama yaitu sekitar 2000 kalori per hari. Kebutuhan kalori itu meningkat menjadi 2200 kalori per hari pada kehamilan trimester ketiga.

Apabila ibu hamil mengonsumsi kalori yang melebihi angka-angka tersebut, maka kalori akan disimpan dalam tubuh. Alhasil, ibu hamil akan semakin berisiko mengalami obesitas.

Obesitas saat hamil akan meningkatkan risiko diabetes dalam kehamilan (diabetes gestasional). Diabetes gestasional terjadi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi selama kehamilan.

Kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah bagi ibu hamil dan janin. Bahkan, ibu hamil akan memerlukan perawatan ekstra selama kehamilan bila mengalami diabetes gestasional.

Dikutip dari klikdokter.com, ini adalah beberapa dampak buruk diabetes gestasional terhadap ibu hamil dan janin.

Bayi memiliki berat lahir berlebihan

Glukosa ekstra di dalam aliran darah ibu hamil akan melewati plasenta. Hal itu akan memicu pankreas pada bayi untuk membuat insulin ekstra. Kondisi tersebut bisa menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar (macrosomia).

Apabila bayi tumbuh terlalu besar, ini membuat janin akan terjepit di jalan lahir, sehingga meningkatkan risiko cedera persalinan atau memerlukan persalinan dengan operasi caesar.

Kelahiran sebelum waktunya

Gula darah yang tinggi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko persalinan dini. Atau dokter mungkin saja menyarankan untuk persalinan dini karena ukuran bayi terlalu besar. Bayi yang lahir lebih awal mungkin mengalami sindrom gangguan pernapasan karena paru-paru yang belum matang.

Gula darah rendah (hipoglikemia)

Ibu dengan diabetes gestasional memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi yang akan melewati plasenta. Hal tersebut dapat merangsang pembentukan insulin pada bayi baru lahir.

Saat lahir, kadar gula dalam darah tiba-tiba menurun karena pasokan dari plasenta berhenti, padahal kadar insulin masih tinggi. Kondisi ini dapat memicu hipoglikemia pada bayi.

Dengan risiko ini, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi makanan manis secara berlebihan. Serta terus menjaga kesehatan tubuh dan janin selama hamil dengan mengonsumsi makanan yang sehat.

Konsultasikan kesehatan ibu dan janin di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga untuk memantau kondisi kesehatan janin secara periodik. Hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mendapatkan informasi layanan kesehatan di RSIA Ummu Hani.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *