Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Gumoh merupakan hal yang cukup umum terjadi pada bayi. Khususnya, pada bayi dengan usia di bawah satu tahun. Meski tergolong tak berbahaya, ada ibu tetap harus waspada.

Gumoh ialah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Kondisi ini normal mengingat kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, serta ukuran lambung yang masih sangat kecil.

Biasanya gumoh akan menghilang ketika bayi berusia satu tahun. Pada usia itu, cincin otot di dasar kerongkongan umumnya sudah dapat berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam perut bayi tidak mudah keluar.

Meski gumoh tergolong normal, namun waspadai jika bayi sering gumoh yang disertai dengan kondisi-kondisi seperti berikut:

  • Bayi gumoh pada usia enam bulan dan menetap hingga lebih dari 1 tahun.
  • Bayi memuntahkan makanan atau cairan susu terlalu sering atau tampak terpaksa.
  • Warna cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau atau disertai darah.
  • Cairan yang dimuntahkan jumlahnya cukup banyak dan berlangsung sampai dua jam setelah menyusu.
  • Bayi sulit bernapas atau menunjukkan tanda-tanda sakit.
  • Perut yang tampak penuh atau membuncit.
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
  • Menangis berlebihan dan tidak nyaman.

Dalam beberapa kasus, gumoh memang dapat menandakan adanya gangguan kesehatan seperti alergi susu sapi, yang juga dapat menyebabkan bayi muntah, diare, dan ruam.

Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh.

Segera konsultasikan kesehatan bayi Anda kepada dokter anak di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani Purbalingga untuk mendapatkan penanganan kesehatan terbaik.

Hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk memperoleh informasi jadwal dokter serta layanan kesehatan lainnya di RSIA Ummu Hani Purbalingga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *