Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummu Hani Purbalingga

Karena kesibukan ibu, menyimpan ASI perah (ASIP) menjadi salah satu cara mengatasi kesibukan bekerja bagi ibu menyusui. Banyak ibu memilih cara ini daripada memberikan susu formula kepada bayinya.

Walau begitu, penyimpanan ASI perah sebaiknya tetap memperhatikan waktu dan cara penyimpanannya. Karena setiap metode penyimpanan (suhu dan tempatnya) berpengaruh terhadap masa kedaluarsa ASI.

Berikut ini adalah prinsip penyimpanan ASI yang perlu ibu diketahui:

  • ASI perah tahan hingga 6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25 derajat celcius.
  • ASI perah tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam boks pendingin yang ditambahkan dengan tambahan kantung es (ice pack).
  • ASI perah tahan sampai 5 hari, ketika ditaruh pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4 derajat celcius.
  • ASI perah tahan hingga 6 bulan pada freezer dengan suhu 18 derajat celcius dibawah titik beku 0 derajat celsius.

Perlu diingat, bahwa proses pembekuan ASI perah bisa menghilangkan beberapa zat penting bagi sistem imunitas bayi. Akan tetapi, nilai gizi ASI perah yang dibekukan itu, tetap jauh lebih baik dibandingkan susu formula.

Anda bisa konsultasi mengenai proses pembekuan ASI perah kepada dokter di RSIA Ummu Hani Purbalingga. Silahkan hubungi Salam Ummu Hani di 0281 891373 untuk mengetahui jadwal praktik dokter.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *